Berikut 3 Fitur Sistem Barcode, Yuk Simak di Sini!

Bagi para pebisnis yang sudah aware untuk melakukan manajemen inventory, tentu tidak asing dengan sistem barcode.

Terlebih jika inventory yang dikelola memiliki jumlah yang sangat banyak dan memiliki jenis yang bervariatif. 

Bayangkan saja, jika kamu memiliki bisnis di bidang fashion, lalu menjual berbagai macam atribut fashion seperti baju, celana, aksesoris dan lainnya, dimana masing-masing jenis barang memiliki variannya masing-masing. 

Sulit rasanya jika mengelola seluruh barang-barang tersebut tanpa adanya sistem barcode yang terpasang pada masing-masing item fashion yang dijual.

Nah, agar kita dapat lebih memahami mengapa sistem barcode itu sangat penting untuk diterapkan dalam manajemen inventory, kamu bisa simak informasinya dalam artikel berikut.

Baca Juga: Peranan Penting Logistik dalam Bisnismu

Apa Itu Sistem Barcode?

Kita mulai dengan mengenal terlebih dahulu apa itu barcode.

Barcode sendiri memiliki pengertian sebagai kode unik yang berisikan nomor seri, nomor model, nomor pembuatan atau nomor identitas suatu barang yang dapat dilacak melalui sebuah sistem. 

Biasanya, sistem ini akan terintegrasi pada sistem manajemen inventory.

Sistem kerjanya sendiri adalah dengan memindai kode yang tertera pada kode yang biasanya dalam bentuk bar, lalu data tersebut diambil dan dikirim ke sistem manajemen inventory dengan format sederhana.

Dengan demikian, kamu tidak perlu lagi mendata barang satu per satu secara manual, seperti memasukan kode produksi, kode barang, ataupun nomor identitas barang lainnya ke dalam sistem. 

Dengan sistem barcode, cukup pindai kode dan secara otomatis data elektronik akan ter-generate dan tersimpan di dalam sistem.

Manfaat Penggunaan Sistem Barcode Untuk Inventory

Jika kamu belum menerapkan sistem barcode pada pengelolaan inventory kamu, ini saat yang tepat untuk mulai mengaplikasikan sistem ini karena banyak sekali manfaat yang akan kamu peroleh. 

Berikut ini adalah beberapa manfaat penggunaan sistem barcode untuk manajemen inventory yang wajib kamu ketahui:

Hemat Waktu

Ya, dengan menerapkan sistem ini pada manajemen inventory, sudah pasti kamu akan menghemat banyak waktu. 

Tidak perlu lagi pendataan secara manual, melainkan cukup pindai kodenya saja yang secara otomatis akan mengenerate data ke sistem.

Dengan menggunakan sistem ini, kamu akan membantu meningkatkan produktivitas kerja tim dalam proses pengelolaan inventory.

Pengelolaan Inventory Lebih Efisien

Selain dari sisi waktu, tentu saja penerapan sistem ini akan mengubah pengelolaan inventory lebih efisien, khususnya pada proses pencatatan atau pendataan. 

Dengan sistem ini juga, seluruh barang yang masuk dan keluar dapat langsung dilacak melalui scan kode. 

Atau, jika kamu ingin melacak dan mengetahui dengan cepat stok barang dengan varian tertentu, kamu juga dapat langsung scan kode varian produk yang sama. 

Jika kamu sudah memasukan data varian produk tersebut, otomatis akan dapat dilacak berapa jumlah barang yang tersisa untuk varian tersebut.

Meminimalisir Human Error

Bayangkan saja jika karyawan kamu harus menginput ratusan bahkan ribuan data barang secara manual satu per satu. Tentu saja hal tersebut akan mengundang human error. 

Namun, dengan penggunaan sistem ini, kemungkinan terjadinya human error dalam proses pencatatan atau pendataan dapat diminimalisir. 

Sistem akan membaca secara real informasi terkait produk dan memasukkannya ke dalam sistem.

3 Fitur Sistem Barcode 

Informasi lainnya mengenai sistem barcode yang perlu kamu ketahui adalah fitur dari sistem kode itu sendiri. 

Dengan mengetahui fitur yang ada pada sistem barcode, kamu dapat memilih kira-kira fitur mana yang cocok untuk kebutuhan kamu. 

Setidaknya, kita akan membahas 3 fitur yang biasanya ada di dalam sistem ini seperti berikut:

Lot Serial dan Number Tracking

Fitur ini adalah yang paling mendasar dimiliki oleh sistem barcode. 

Nomor serial Lot adalah nomor yang memang diciptakan untuk proses identifikasi barang, sehingga dapat melakukan pelacakan terhadap batch atau Lot mana produk diproduksi. 

Product dan Location Barcode

Fitur kedua yang dimiliki ini akan membantu kamu menunjukan lokasi produk pada gudang atau tempat penyimpanan. 

Jika kamu memiliki banyak sekali produk dan disimpan dalam satu gudang, tidak mungkin kamu akan mengingat masing-masing lokasi penyimpanan produk tersebut.

Dengan fitur ini, kamu akan lebih mudah melacak barang yang masuk ke tempat penyimpanan hingga masuk ke dalam rak penyimpanan. 

Selain itu, dengan sistem ini pula kamu akan lebih cepat mengetahui stok barang yang tersisa.

Asset Barcode

Terakhir, fitur ini berfungsi untuk melakukan pelacakan pada seluruh aktivitas tempat penyimpanan atau gudang. 

Setiap fixed asset yang kamu miliki akan nomor identitas atau ID, dimana nomor identitas tersebut akan diubah menjadi kode dan ditempel pada setiap produk di gudang.

Baca Juga: Barcode untuk Bisnismu: 7 Cara Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Nah, dengan mengetahui beberapa fitur pada sistem barcode, kamu akan lebih memahami bagaimana sistem ini bekerja dan manfaat apa yang dapat kamu dapatkan setelah mengaplikasikan pada manajemen inventory kamu.

Dikarenakan sistem ini memiliki peranan penting dalam manajemen inventory, terutama pada bisnis dengan jumlah produk yang sangat banyak, maka kamu dapat segera beralih ke sistem barcode, sehingga tidak perlu lagi repot melakukan pelacakan manual.

Yuk, beralih sekarang! 

Fachri Rizki
Fachri Rizki
A versatile writer who has 1+ year of experience in writing.
ARTIKEL TERKAIT

TERBARU

Artikel Lainnya

lainnya Dari Penulis